Sabtu, 08 Mei 2010
Selasa, 20 Oktober 2009
Senin, 15 Juni 2009
Fwd: : sejarah nama kutang
Date: Tue, 16 Jun 2009 02:35:33 +0030
Subject: sejarah nama kutang
from: johanwah@yahoo.com
Pada tanggal 16/06/09, johanwah@yahoo.com <johanwah@yahoo.com> menulis:
>
> Anda pasti tahu apa itu kutang? Sebutan untuk pakaian dalam kaum hawa ini
> ternyata memiliki asal usul yang menarik.
>
> Pada saat awal abad 19 ketika dimulainya pembangunan proyek jalan Deandels
> dari Anyer sampai Panarukan tersebutlah seorang pembantu setia Gubernur
> Jenderal yang bertanggung jawab terhadap pelaksanaan proyek tersebut. Dialah
> Don Lopez comte de Paris, keturunan Spanyol yang secara penampakan berbadan
> kekar.
>
> Hingga awal abad 19 di daerah Jawa masih banyak penduduk (wanita) yang
> bertelanjang dada. Mereka hanya memakai penutup di bagian bawah. Bahasa
> Jawanya ngligo, dan ini sebetulnya hal yang biasa di desa-desa dan kota.
> Adalah Don Lopez yang pertama kali menyuruh para pekerja paksa proyek jalan
> Anyer Panarukan itu untuk menutup bagian payudaranya.
>
> Kepada budak-budak dari Semarang yang mengerjakan jalan pos di kota tersebut
> Don Lopez memotong kain putih dan memberi kepada salah satu budak perempuan
> yang tergolong cantik dan belia. Sambil memberikan potongan dia berkata
> "tutup bagian berharga itu" dalam bahasa Prancis kata berharga " coutant".
>
> Ternyata budak perempaun itu bertanya-tanya untuk apa kain itu. Don Lopez
> terus menunjuk-nunjuk payudara permpuan itu dan berkata," Coutant! Coutant".
>
> Budak itu tetap tak mengerti juga. Ia hanya melihat bagian payudaranya
> apakah ada yang salah.
>
> Orang yang melihat adegan tersebut serta merta mengira bahwa kain putih yang
> ditunjuk-tunjuk ke payudara untuk dipakai sebagai penutup adalah namanya
> coutant. Salah seorang budak yang ada di dekat perempuan itu lantas berkata
> " o, kuwi jenenge kutang".
>
> Sejak itu lahirlah istilah baru yang sebenarnya salah kaprah
>
>
>
> ,_._,___
>
>
>
% Ternyata dulu itu orang perancis malu jg melihat yg tabu.
http://ceweksexytegal.blogspot.com
Minggu, 07 Juni 2009
TOURING BALONGAN
tentang Tegal kota Bahari di sektor pertanian perikanan tambak bandeng
di Dampyak.
Bersama nara sumber Masduki ilyas, keluarga petani tambak ikan bandeng
di Dampyak - Kramat - Tegal
PAL.BAKAR BANDENG
Masuk ke Dampyak di kecamatan Kramat, wilayah kota Kabupaten Tegal.
Anda jangan beranggapan bahwa anda sedang berada di selatan kota,
karena eh karena walaupun wilayahnya masuk ke dalam Kabupaten tetapi
letaknya malah lebih dekat ke Kotamadya.
Saya kira, banyaknya tambak tambak bandeng di Desa Dampyak Kecamatan
Kramat itu penopang pertanian tambak wilayah Kotamadya, ternyata
bukan.
Petani perikanan tambak ikan bandeng di Dampyak itu penopang
penghasilan Kabupaten Tegal di sektor utara, sektor tepi pantai.
Inilah bukti luasnya wilayah Kabupaten Tegal. Diukur dari dasar laut
membentang luas sampai hingga lereng gunung selamet. Penuh dengan
sumber daya alam dan sumber daya manusia yang membentuk kemakmuran
Kabupaten Tegal dan patut untuk di syukuri.
Bukan hanya syukuran secara seremonial, bukan hanya sebatas berkat
dengan bandeng selonjor tetapi lebih dari pada itu.
Melanggengkan keberadaan tambak untuk investasi menuju cerahnya masa
depan diantara hijaunya bakau dan kilau warna perak yang di terpa
sinar harapan.
Tak khawatir dengan bau lumpur, niscaya akan makmur.
'Terimakasih atas undangan AnakDAMpyak Masduki ilyas (mas.adam.ilyas@gmail.com)
Jumat, 05 Juni 2009
BEJANA
berwudlu ketika hendak melakukan penyucian badaniah, bejana tersebut
di namakan padasan. Entah dikutip dari bahasa mana akan tetapi padasan
itu memang sudah ada semenjak dahulu kala ketika nenek moyang kita
mengenal gerabah sebagai sarana.
http://situskuno.blogspot.com




